![]() |
| Foto: Elias Saroa dan Pemuda Desa Kawasi |
Sejumlah tokoh pemuda bersama kelompok masyarakat Malintang Desa Kawasi menilai perusahaan belum menunjukkan tanggung jawab sosial yang semestinya kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh kegiatan pertambangan.
Tokoh pemuda Desa Kawasi, Elias Saroa, mengatakan bahwa sekitar sepuluh tahun terakhir masyarakat tidak lagi merasakan manfaat program CSR dari perusahaan.
“Kurang lebih sudah 10 tahun masyarakat Desa Kawasi tidak lagi merasakan program CSR dari PT Wanatiara Persada, padahal aktivitas perusahaan berlangsung di wilayah kami,” ungkap Elias. Sabtu 07/03/2026.
Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat, terutama di kalangan pemuda yang berharap perusahaan lebih peduli terhadap kebutuhan sosial masyarakat di sekitar area operasional tambang.
Sebagai respons atas persoalan tersebut, pemuda Desa Kawasi bersama kelompok Malintang akan melakukan konsolidasi setelah perayaan Hari Raya Idulfitri.
Konsolidasi tersebut dimaksudkan untuk menyatukan sikap masyarakat terkait langkah yang akan ditempuh terhadap perusahaan.
Sebagai anak negeri, kami tegaskan bahwa setelah Lebaran nanti kami akan menggelar konsolidasi bersama pemuda dan Malintang.
Jika tidak ada kejelasan mengenai tanggung jawab CSR perusahaan, maka kami siap mengambil langkah tegas, termasuk memboikot aktivitas PT Wanatiara Persada, tegas Elias.
Selain itu, masyarakat juga meminta pihak perusahaan segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan program CSR yang dinilai sudah lama tidak dirasakan oleh warga Desa Kawasi.
Masyarakat berharap perusahaan dapat kembali menjalankan kewajiban sosialnya secara transparan dan berkelanjutan, sehingga keberadaan perusahaan turut memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasional.(ASRed)
