![]() |
| Fahcry Fabany (Programmer Asal Maluku Utara) |
Di tengah proses efisiensi itu, seorang programmer asal Maluku Utara, Fahcry Fabanyo, dikabarkan masih bertahan sebagai bagian dari tim Tokopedia.
Keberhasilannya tetap menjadi bagian dari perusahaan menarik perhatian di tengah kabar mengenai gelombang PHK yang ramai diperbincangkan publik.
Sebelumnya, isu mengenai PHK massal mencuat setelah akun Instagram @ecommurz mengunggah informasi yang mengklaim bahwa ByteDance, perusahaan induk TikTok, telah memangkas hampir 90 persen karyawan Tokopedia di Indonesia.
Unggahan tersebut juga menyebut sejumlah divisi yang disebut terdampak, di antaranya Research and Development (R&D), Technology (Tech), Trust and Safety (TnS), serta Finance Division.
Meski demikian, hingga kini TikTok belum mengonfirmasi klaim tersebut. Perusahaan hanya membenarkan adanya PHK sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi, tanpa menyebutkan jumlah pegawai maupun rincian unit kerja yang mengalami pengurangan tenaga kerja.
Juru Bicara TikTok mengatakan perusahaan saat ini tengah melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada sektor riset dan pengembangan (R&D), guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar Juru Bicara TikTok kepada kumparanTECH, Kamis (2/7).
TikTok menegaskan bahwa keputusan melakukan pengurangan karyawan bukanlah langkah yang mudah.
Perusahaan menyatakan akan memberikan dukungan kepada para pegawai yang terdampak selama masa transisi.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini. Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," lanjut pernyataan tersebut.
Sejak akhir 2023, TikTok resmi menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah mengakuisisi 75,01 persen saham perusahaan. Sementara itu, sebanyak 24,99 persen saham masih dimiliki oleh GoTo Group.
Pascaakuisisi, TikTok dan Tokopedia menjalankan strategi bisnis yang saling melengkapi.
TikTok mengembangkan konsep discovery commerce melalui konten kreator dan influencer untuk mendorong aktivitas belanja pengguna, sedangkan Tokopedia tetap berfokus pada layanan e-commerce dengan beragam kategori produk dan kebutuhan belanja masyarakat.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai apakah restrukturisasi akan berlanjut maupun dampaknya terhadap operasional Tokopedia di Indonesia.
Perusahaan menegaskan akan tetap berinvestasi dalam pengembangan platform serta mendukung pelaku usaha lokal guna memperkuat ekosistem perdagangan digital yang berkelanjutan.
Editor: RD
