Pemuda Sasur Tegaskan PT Ormat Geothermal Indonesia Perampas Ruang Hidup Masyarakat Adat

A- A+
Share:

Foto: Masder Djalali (Pemuda Sasur) 
CORONGTIMUR.COM, HALBAR — Seorang pemuda asal Desa Sasur, Kecamatan Sahu, Masder Djalali, menegaskan bahwa keberadaan PT Ormat Geothermal Indonesia dinilai sebagai ancaman serius terhadap ruang hidup masyarakat adat di wilayah Talaga Rano.

Masder, menyatakan bahwa gelombang penolakan terhadap rencana dan/atau operasi panas bumi oleh perusahaan tersebut merupakan sikap tegas masyarakat yang harus diakui oleh pemerintah. 

Menurutnya, aspirasi warga bukan sekadar bentuk penolakan, melainkan cerminan kegelisahan atas potensi dampak yang ditimbulkan.

“Wilayah yang direncanakan sebagai lokasi operasi merupakan kawasan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga, seperti pertanian, perkebunan, dan pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Masyarakat menolak keras aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup,” ujarnya.

Dalam pernyataannya di Desa Sasur pada Rabu (22/4), Masder juga menyoroti kurangnya transparansi serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan proyek tersebut. 

Ia menilai, masyarakat setempat tidak diberi ruang yang cukup untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut wilayah hidup mereka.

Masder mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meninjau kembali seluruh proses perizinan yang telah berjalan. 

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan kajian lingkungan dan sosial yang dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan partisipatif.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penolakan masyarakat bukan tanpa dasar, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian alam serta melindungi ruang hidup seluruh makhluk.

“Ini bukan sekadar penolakan, tetapi upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang,” tegasnya.(SS/Red)

Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.


Terkini