Combyan Lombongbitung: Ucapan Jusuf Kalla Tak Pantas, Mengandung Ujaran Kebencian

A- A+
Share:

Foto: Combyan Lombongbitung,S.IP (Kabid Akspel PP GMKI MB 2025 - 2027)
CORONGTIMUR.COM, JAKARTA — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) periode 2025–2027 melontarkan kecaman keras dan tegas terhadap pernyataan Jusuf Kalla yang menyebut bahwa “orang Kristen yang dibunuh atau membunuh itu syahid”.

Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan (Akspel) PP GMKI, Combyan Lombongbitung, menilai pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berbahaya karena mengandung unsur ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik antarumat beragama.


“Ini bukan sekadar pernyataan yang tidak tepat, tetapi sudah masuk kategori berbahaya karena dapat menyesatkan publik dan merusak tatanan kerukunan di Indonesia,” tegas Combyan dalam siaran pers di Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).


Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Kristen, tidak ada ruang untuk membenarkan kekerasan, apalagi pembunuhan, dalam kondisi apa pun. 


Menurutnya, narasi yang mencoba mengaitkan tindakan kekerasan dengan legitimasi spiritual merupakan bentuk penyimpangan serius.


“Pembunuhan adalah kejahatan, baik dalam perspektif agama maupun hukum negara. Tidak ada justifikasi apa pun yang bisa membenarkannya,” ujarnya.


Combyan juga mengingatkan bahwa pernyataan tokoh publik memiliki dampak luas, sehingga harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab. 


Ia menilai ucapan tersebut berpotensi menimbulkan interpretasi keliru di masyarakat dan memicu ketegangan sosial.


“Pernyataan seperti ini bisa memicu provokasi, disalahartikan, bahkan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa,” katanya.


PP GMKI menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. 


Karena itu, setiap narasi yang berpotensi merusak harmoni sosial harus ditolak secara tegas.


“Tokoh nasional seharusnya menjadi teladan dalam menjaga persatuan, bukan justru menyampaikan pernyataan yang berpotensi memecah belah,” lanjut Combyan.


Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta terus menjaga semangat toleransi di tengah situasi global dan nasional yang dinilai rentan terhadap konflik.


Sementara itu, Sekretaris Fungsi Gereja PP GMKI, Sonya Simanjuntak, menegaskan bahwa ajaran Kristen secara eksplisit menolak segala bentuk kekerasan dan menjunjung tinggi kasih sebagai prinsip utama.


“Tidak ada ajaran keselamatan melalui kekerasan dalam iman Kristen. Alkitab dengan jelas melarang pembunuhan,” ujarnya.


Sonya menambahkan bahwa bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun, umat Kristen diajarkan untuk mengedepankan kasih, termasuk kepada pihak yang dianggap sebagai musuh.


“Segala bentuk upaya membenarkan kekerasan atas nama agama adalah penyimpangan. Kami menolak dengan tegas narasi tersebut,” katanya.


Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga persatuan.


“Pernyataan publik harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan,” tutup Sonya.(Red)

Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.


Terkini