![]() |
| Foto: Pendukung dan Simpatisan Yetro Soliawa |
Dalam keterangannya kepada media corongtimur.com, melalui sambungan telepon seluler pada Senin (18/5/2026), Noven menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi.
Menurutnya, masyarakat perlu menghargai setiap pilihan dan perbedaan yang ada.
Namun, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat Desa Fritu.
“Pilkades telah usai, masyarakat sudah menentukan pilihan. Saatnya kita bersatu mengawal hasil pilihan masyarakat. Tolak dan hindari segala bentuk propaganda media yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Fritu,” ujar Noven.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Desa Fritu terpilih, Yetro Soliawa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Fritu, pendukung, dan simpatisan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin desa Fritu ke depan.
Yetro juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal seluruh proses pemerintahan hingga pelantikan serta mendukung pembangunan Desa Fritu ke depan.
![]() |
| Foto: Yetro Soliawa (Kepala Desa Terpilih Desa Fritu, Kec. Weda Utara, Kab. Halmahera Tengah |
Ia menegaskan bahwa kritik dan saran dari masyarakat akan diterima sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun desa.
“Melayani bukanlah suatu beban, melainkan sebuah kehormatan,” tutup Yetro.
Editor: R. Dogowini

