Capaian Prestasi untuk Papa di Surga: Sebuah Janji yang Terbayar Tuntas

A- A+
Share:

Foto: Nadesty Boo, S.Ked
CORONGTIMUR.COM, AMBON – Keberhasilan Nadesty Boo, S.Ked, bukan sekadar tentang ijazah atau gelar yang kini bersanding dengan namanya. Ini adalah tentang sebuah janji yang pernah diucapkan di dalam hati, tentang sebuah amanah yang dijaga meski sang pemberi amanah telah berpulang ke haribaan Tuhan. 

‎Bagi Nadesty, setiap stetoskop yang melingkar dan setiap sumpah yang diucapkan adalah perpanjangan tangan dari kasih sayang Papanya yang tak sempat tuntas di dunia.

‎Untaian kata Nadesty Boo, asal desa Bobo Kecamatan Obi Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara yang hari ini diwisudakan dan berhak menyandang gelar sarjana kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. 

‎"Kepada cinta pertamaku yang tak pernah pudar oleh waktu, izinkan jemariku merangkai sajak sederhana tentangmu," ungkapnya dengan penuh haru. 

Baginya, kesuksesan yang diraih saat ini adalah buah dari ketulusan seorang ayah yang selama ini menjadi dermaga tempatnya pulang.

‎Di tengah dunia yang seringkali menuntut kesempurnaan, sosok Papa dikenang sebagai benteng kokoh yang menelan semua rasa takut dan melindungi mimpi-mimpi anaknya hingga tetap hidup. 

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa doa-doa yang dibisikkan sang ayah di sepanjang malam telah menjelma menjadi sayap yang membawa anaknya terbang tinggi.


‎Punggung yang Menelan Badai

‎Perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Namun, ingatan akan guratan lelah di wajah Papa dan langkah kaki yang tak pernah surut menjadi bahan bakar utama untuk terus melangkah. 

Papa bukan hanya seorang orang tua, melainkan mata air di tengah gersangnya perjalanan hidup.

‎"Terima kasih telah menjadi lelaki terhebat yang tak pernah menyerah pada keadaan. Engkau menelan pahitnya dunia agar aku hanya merasakan manisnya kasih sayang," tuturnya mengenang sosok sang ayah.

‎Dedikasi melampaui batas langit

‎pencapaian ini menjadi momen refleksi sekaligus permohonan maaf atas peluh yang mungkin tak sempat terbasuh dan lelah yang seringkali tersembunyi di balik senyum sang ayah. 

Meski raga tak lagi bersama, detak jantung Papa dirasakan tetap mengalir dalam darah dan jiwa, menjadi pelindung di setiap langkah.

‎Prestasi ini adalah pernyataan cinta yang melampaui batas langit dan dalamnya samudera. 

‎Sebuah pesan kuat dikirimkan ke langit: bahwa anak yang engkau bimbing tanpa menghakimi kini telah berdiri tegak, membawa nama baikmu dengan penuh kebanggaan. ‎"Aku mencintaimu, Papa. Prestasi ini adalah milikmu." 


Editor : R. Dogowini 

Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.


Terkini