CORONGTIMUR.COM, HALSEL — Kabar baik datang dari Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan. Setelah bertahun-tahun masyarakat dan para siswa harus berjibaku menyeberangi sungai demi beraktivitas dan menempuh pendidikan, kini sebuah jembatan gantung resmi hadir sebagai solusi akses yang aman dan layak.
Foto: Brayen Putra Lajame (Kiri) dan Sherly Tjoanda Laos (Kanan)
Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata komitmen Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara, yang menepati janji untuk menghadirkan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Prinsip kepemimpinan yang dipegang teguh—bukti, bukan janji—kini dirasakan langsung oleh warga Desa Bobo.
Sebelumnya, para siswa di desa tersebut harus menyeberangi sungai setiap hari untuk menuju sekolah.
Kondisi ini sangat berisiko, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi deras.
Kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak menjadi realitas yang tak terelakkan.
Kini, dengan berdirinya jembatan gantung tersebut, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih aman dan lancar.
Tidak hanya siswa yang diuntungkan, tetapi juga para guru, petani, pedagang, dan seluruh warga desa yang selama ini terkendala akses transportasi.
Brayen Putra Lajame, pemuda Desa Bobo, menyampaikan apresiasi masyarakat atas realisasi pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Ini bukan lagi sekadar janji politik Gubernur Maluku Utara, tetapi sudah menjadi kenyataan yang kami rasakan manfaatnya setiap hari. Anak-anak kami kini bisa pergi ke sekolah dengan lebih aman. Aktivitas masyarakat pun menjadi lebih mudah,” ujar Brayen dalam wawancara bersama media Corongtimur.com, Sabtu (28/2/2026) di kediamannya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI dari Kodim 1509/Labuha dan Vertikal Rescue Indonesia yang bekerja gotong royong bersama masyarakat Desa Bobo tanpa kenal lelah.
Menurutnya, pembangunan jembatan gantung ini bukan sekadar menyambung akses transportasi, tetapi juga menyambung nadi kehidupan dan harapan masyarakat yang sempat terputus.
Brayen menambahkan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan simbol hadirnya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan wujud kepedulian terhadap masyarakat di wilayah pedesaan.
Pembangunan tersebut diharapkan menjadi awal percepatan infrastruktur lainnya di wilayah Obi Selatan guna mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Dengan hadirnya jembatan gantung di Desa Bobo, masyarakat kini memiliki harapan baru, bahwa suara mereka didengar, kebutuhan mereka diperhatikan, dan janji kepemimpinan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.(RD/Red)