![]() |
CORONGTIMUR.COM - Hal-Sel — Sejumlah orang tua siswa di SMP Islam Samargalila 2 Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluhkan tidak tersedianya fasilitas toilet (WC) yang layak di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.
Para orang tua menyebut, ketiadaan toilet membuat siswa terpaksa keluar dari lingkungan sekolah untuk mencari WC di rumah warga sekitar.
“Saat jam pelajaran berlangsung, anak-anak kesulitan jika ingin ke toilet karena fasilitasnya tidak tersedia. Ini sangat memprihatinkan,” ujar salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa siswa bahkan harus pulang ke rumah ketika ingin buang air, sehingga kerap tertinggal pelajaran di kelas.
Dalam wawancara awak media Jumat 06/03 2026 kemarin di ruang kantor sekolah, Keluhan ini juga dibenarkan oleh salah satu guru, Muriani Hi Abas yang menjabat sebagai kesiswaan, mengatakan kondisi toilet sekolah sudah lama tidak berfungsi karena tidak di perbaiki.
“Sudah kurang lebih 10 tahun toilet sekolah tidak diperbaiki. Bukan hanya siswa, kami para guru juga sering harus keluar mencari toilet di rumah warga sekitar,” ungkap Muriani.
Ketika di tanya soal dana Bos, Muriani menyampaikan, saya tidak terlaluh tahu besaran jumlahnya, karena kepsek tidak terbuka ke kami sebagai guru-guru di sekolah ini.
Namun jika di hitung-hitung dengan jumlah siswa yang ada, dananya kemungkinan berkisaran 100 juta lebih dalam setahun.
Di sisi lain, sejumlah orang tua siswa mempertanyakan kepedulian kepala sekolah terhadap kondisi tersebut.
Mereka menilai perbaikan toilet seharusnya bisa menjadi prioritas karena merupakan fasilitas dasar bagi siswa.
Karena jika tidak, kondisi ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan para siswa di sekolah, dan juga guru-guru.
Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan meninjau kondisi sekolah dan mencari solusi agar fasilitas sanitasi yang layak dapat segera tersedia di lingkungan sekolah. (Red, AS)
