DPD GmnI Malut Ajak Perkuat Nasionalisme dan Perdamaian di Maluku Utara

A- A+
Share:
Foto: Ketua DPD GmnI Maluku Utara, Alfons Gisisi.
CORONGTIMUR.COM, MALUT — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Maluku Utara, Alfons Gisisi ajak kader GmnI perkuat nasionalisme dan perdamaian.

Ajakan itu ia sampaikan dalam sambutan pada agenda Dies Natalis ke-72 GmnI, yang berlangsung di Morotai pada Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, berbagai macam ketegangan yang terjadi sekarang, baik dalam skala nasional maupun lokal, berpotensi memecah belah masyarakat.

Mulai dari perpecahan karena politik identitas, penyebaran hoaks, ujaran kebencian antarkelompok, hingga ketimpangan ekonomi dapat memicu kecemburuan sosial.

Oleh karena itu, ia mengajak para kader GmnI agar tidak menutup mata terhadap hal semacam ini, sebab dapat berpotensi menghancurkan tatanan sosial masyarakat.

"Ini nyata, ini terjadi, dan ini bisa menghancurkan bangsa jika kita diam," tuturnya.

Melanjutkan sambutannya, Alfons juga mengutip salah satu pernyataan tokoh bangsa Bung Karno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuannya di tengah perbedaan.

Akan tetapi, "Bagaimana mungkin persatuan itu kokoh jika rakyat terus diadu domba? Bagaimana mungkin keutuhan itu terjaga jika ketidakadilan terus dibiarkan?" Tegas Alfons.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa realitas hari ini, kebanyakan perbedaan pilihan politik dijadikan alasan untuk saling bermusuhan.

Tak hanya itu, agama pun diperalat untuk menyerang sesama anak bangsa, dan media sosial pun ikut dipenuhi fitnah dan ujaran kebencian.

"Inilah bentuk baru dari perpecahan, bukan dengan senjata, tetapi dengan kata-kata yang memecah belah kesadaran bangsa. Karena itu, kita tidak boleh menjadi generasi yang ikut terseret arus ini," ucapnya.

Karena itu, menurut Alfons, persatuan bukan berarti semua harus sama, melainkan semua harus punya tujuan yang sama: menjaga Indonesia tetap utuh dan berdaulat.

"Kita harus berani menolak provokasi, berani melawan hoaks, dan berani berdiri di atas kepentingan seluruh masyarakat, bukan kepentingan golongan," ujar Ketua DPD GmnI Maluku Utara.

Terpisah, mencermati dinamika sosial akhir-akhir ini, ia juga mengajak seluruh kader GmnI agar hadir sebagai penenang, bukan penyulut konflik di tengah masyarakat.

Baginya, perbedaan pandangan harus bisa dijembatani dengan perdamaian, dan ketidakadilan harus dilawan dengan persatuan bukan dengan kebencian, dan kedengkian.

Sebagai Ketua DPD GmnI Maluku Utara, Alfons pun dengan tegas memberi pesan kepada para kader GmnI untuk menghindari perpecahan dan tetap menjaga keutuhan ditengah-tengah masyarakat.

"Ingat! Perpecahan adalah pintu masuk kehancuran bangsa. Dan sejarah telah membuktikan, bangsa yang terpecah akan mudah dikuasai dan dilemahkan," ucap Alfons.

Ia juga menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa sesuai dengan ajaran Bung Karno.

"Kita rapatkan barisan, kita satukan tekad, kita jaga persatuan Indonesia dari segala ancaman, baik yang tampak maupun yang tersembunyi," tegasnya.

Lanjut dia, "Yang suka profokasi, menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian adalah mereka yang tidak nasionalis."

"Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan terjadinya politik peniadaan diantara anak bangsa, melainkan jadikan  keberagaman sebagai kekuatan bersama," tutupnya. (Red).
Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.


Terkini