Damunu Menggema, Magis Kekuatan Wayamato Menuju Final

A- A+
Share:

CORONGTIMUR.COM
, HALUT– Dentuman alat musik tradisional Damunu menggema di Lapangan Pengasihan, Desa Pitu, setiap kali Wayamato berlaga. Irama perkusi yang identik dengan iringan tarian Cakalele khas Halmahera Utara itu kini menjelma menjadi pembakar semangat bagi tim yang tengah berjuang di Open Tournament Bukit Moria Cup 2026.

Bukan sekadar bunyi pengiring, Damunu menghadirkan atmosfer khas yang menyatukan semangat suporter, kebanggaan budaya, dan perjuangan para pemain di lapangan hijau.

Dukungan itu semakin terasa saat Wayamato menghadapi Mercusilo dalam pertandingan semifinal, Jumat (9/10/2026). Dengan semangat yang terus menyala, Wayamato berhasil mengamankan kemenangan 2-0 sekaligus memastikan satu tempat di partai final.

Dua gol kemenangan Wayamato dicetak oleh Sunawan Rusni, yang tampil sebagai penentu kemenangan timnya.

Dentuman Damunu seolah menjadi irama perjuangan yang mengiringi setiap langkah Wayamato. Dari tradisi Cakalele hingga lapangan sepak bola, musik tradisional ini menemukan ruang baru untuk menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan menyatu dengan semangat olahraga modern.

Kini, Wayamato tinggal selangkah lagi menuju gelar juara. Bersama irama Damunu yang menggema, harapan dan kebanggaan pendukung pun terus membara.

Damunu menggema, Wayamato berjuang. Tradisi tetap hidup, semangat menuju juara!

(RG/Red)
Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.


Terkini