![]() |
| Foto: Kuntu Daud, SE (Wakil Ketua DPRD Malut) Saat Berpose Bersama Warga Usai Kegiatan Reses didesa Luim |
Reses yang digelar sekitar pukul 14.30 WIT tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan pemerintah desa.
Warga hadir untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus berdiskusi mengenai kebutuhan pembangunan di desa.
Kepala Desa Luim, Alex Horowai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat, salah satunya pembangunan jalan tani atau jalan produksi.
Menurut Alex, akses jalan produksi sangat dibutuhkan warga untuk menunjang aktivitas pertanian, baik ketika menuju kebun maupun saat mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan.
Selain jalan produksi, pemerintah desa juga berharap adanya dukungan untuk pengadaan bibit ternak sapi serta sarana transportasi pertanian berupa kendaraan Viar guna membantu aktivitas masyarakat.
Aspirasi lainnya disampaikan Rizal, yang menyoroti sektor pendidikan.
![]() |
| Foto: Kuntu Daud, SE (Wakil Ketua DPRD Malut) Saat Berdiskusi Dengan Masyarakat Desa Luim |
Warga juga menyampaikan kebutuhan pembangunan rumah ibadah serta sarana pendukung kegiatan keagamaan, termasuk perangkat pengeras suara atau sound system.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kuntu Daud mengatakan seluruh masukan masyarakat akan dibawa ke lembaga DPRD untuk dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Ia menyampaikan harapan agar aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah yang menyentuh kebutuhan warga Desa Luim secara khusus serta masyarakat Gane Timur dan Gane Barat secara umum.
Kuntu Daud merupakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara dari daerah pemilihan (Dapil) IV Halmahera Selatan.
Agenda reses tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga berbagai kebutuhan di tingkat desa dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan pembahasan dalam perencanaan pembangunan.
Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.
Dengan demikian, reses di Desa Luim diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur pertanian, pendidikan, dan fasilitas keagamaan.
Editor : RD

