CORONGTIMUR.COM, HALSEL – Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap seorang guru SDN 258 Halmahera Selatan, Jansen Lazarus Filipi Paulus (30), terus menuai perhatian. 
Foto: Pdt. Albert Efraim Kofit (kiri) dan Jansen Paulus (Korban/Kanan)
Tokoh agama Halmahera Selatan, Albert Efraim Kofit, mendesak aparat kepolisian segera mengungkap motif di balik peristiwa tersebut serta menangkap pelaku yang hingga kini masih misterius.
Jansen, yang diketahui merupakan warga masyarakat Sayoang, diduga menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat hendak menuju tempat ibadah pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.20 WIT.
Peristiwa itu terjadi tidak jauh dari kediamannya di Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.
Dalam keterangannya melalui sambungan telepon pada Jumat (24/7/2026), Albert Efraim Kofit menilai tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang diduga telah direncanakan.
"Kasus penembakan misterius yang dialami seorang guru di SDN 258 Sayoang adalah perbuatan yang tidak berperikemanusiaan. Kami meyakini tindakan itu patut diduga merupakan perbuatan yang direncanakan dengan maksud menghilangkan nyawa orang lain," ujarnya.
Menurut Albert, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Ia menilai terdapat dugaan motif tertentu yang harus segera diungkap oleh aparat penegak hukum.
"Ini adalah perbuatan kriminal yang keji dan patut diduga ada motif di balik peristiwa ini. Karena itu kami meminta aparat kepolisian bekerja ekstra untuk mencari dan memburu pelaku. Jika tidak segera diungkap, kasus ini berpotensi menimbulkan kecemasan dan rasa takut di tengah masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, pelaku harus segera ditangkap agar tidak kembali melakukan aksi teror atau tindak kekerasan terhadap masyarakat menggunakan senjata yang diduga dimilikinya.
"Kasus ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Kami percaya aparat kepolisian mampu mengungkap pelaku. Ketika pelaku berhasil ditangkap, publik juga harus mengetahui motif di balik dugaan percobaan pembunuhan tersebut dan pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Albert.
Selain meminta pengungkapan kasus, Albert juga mengimbau aparat kepolisian bersama TNI untuk memperketat pengawasan terhadap kepemilikan senjata api maupun senjata berbahaya lainnya di masyarakat.
Menurutnya, penggunaan dan kepemilikan senjata tanpa izin resmi harus diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan untuk melakukan tindak kriminal yang mengancam keselamatan jiwa.
"Kami menghimbau agar penggunaan senjata jenis apa pun oleh masyarakat benar-benar diawasi oleh pihak kepolisian dan TNI. Senjata tidak boleh dimiliki secara bebas tanpa izin resmi. Langkah ini penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa dan menghindari penyalahgunaan senjata untuk menebar teror atau menghilangkan nyawa orang lain," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Albert mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, persaudaraan, dan kehidupan yang damai di tengah situasi yang berkembang.
"Mari kita jaga hidup orang basudara yang aman, damai, serta saling menghormati hak hidup setiap orang. Kami juga mendoakan agar korban memperoleh penanganan medis yang terbaik dan segera pulih sehingga dapat kembali menjalankan tugasnya sebagai guru yang mencerdaskan anak bangsa," tutupnya.
Hingga berita ini dirilis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, motif, serta kronologi lengkap dugaan penembakan yang menimpa Jansen Lazarus Filipi Paulus.
Polisi juga belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Editor: RD