Terpaan Krisis Gereja

A- A+
Share:
Foto: Gereja GMIH "Ebenheizer" Hoku-Hoku

Orang-orang mengira krisis terbesar gereja adalah kekurangan program, dana, atau pengaruh teknologi dengan tawaran-tawaran aplikasinya.

Tetapi kenyataannya bukan itu. Krisis terbesar gereja hari ini adalah banyak pelayan Tuhan yang melayani dengan jiwa yang lelah.

Di depan jemaat mereka terlihat kuat.
Mereka berkhotbah, memimpin ibadah, dan mendoakan banyak orang. Tetapi di dalam hati, tidak sedikit yang diam-diam bertanya “Masihkah ini panggilan saya?”

Sebuah laporan ilmiah di Fakultas Teologi Uniera bahkan menyebutkan pendeta adalah penyebab masalah, yang memperkeruh masalah di jemaat-jemaat.

Dengan demikian, maka di balik mimbar besar dan yang kokoh sering tersembunyi tekanan yang tidak terlihat, seperti tuntutan administrasi, harapan pertumbuhan jemaat, konflik internal, dan ekspektasi moral yang tinggi.

Pelayanan yang dulu dimulai dengan semangat yang berkobar perlahan bisa berubah menjadi rutinitas yang melelahkan.

Ada kisah seorang pastor di Amerika yang melayani lebih dari 20 tahun di sebuah gereja besar. Ia memiliki gelar akademik yang mumpuni. Namun suatu hari ia berkata “Saya sekarang agnostik.”

Apa yang sebenarnya terjadi ditengah dunia saat ini. Pergumulan iman sering kali tidak dimulai dari pemberontakan, tetapi dari sesuatu yang jauh lebih sunyi yakni kelelahan jiwa.

Simon Sinek mengatakan bahwa organisasi yang bertahan lama selalu dimulai dari satu hal yaitu hati yang melayani— mengapa mereka melakukan sesuatu dan apa dampaknya? 

Ketika seseorang kehilangan hati nurani maka pelayanan berubah menjadi rutinitas.
Namun ketika seseorang menemukan kembali hati nuraninya, maka pelayanan kembali menjadi panggilan yang suci.

Pertanyaan terbesar gereja hari ini bukan
Apa program baru kita? Apa strategi baru kita? Tetapi Apakah kita masih ingat mengapa ada pengakuan dibawah altar Firman Tuhan "ya saya siap ditempatkan dimana saja".

Karen itu, pertanyaan mendasar bagi kita semua adalah Tuhan memanggil kita sebenarnya untuk siapa dan untuk apa? Mari kita mendoakan para pelayan Tuhan agar tetap kuat dalam panggilan mereka, melayani dengan hati nurani yang suci.

Penulis : Melky Molle 
(Akademisi/ Pegiat Literasi)

Editor : Redaksi

Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Terkini