![]() |
| Foto: Jufri Bayar, S. H (Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara) |
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi jemaat dalam upaya merajut kembali persatuan di tubuh Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH).
Koordinator Wilayah XV Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara, Jufri Bayar, S.H, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil para pemimpin gereja dalam mempersiapkan Sidang Sinode Istimewa Bersama.
Menurutnya, pelantikan panitia ini bukan sekadar agenda organisasi gereja, tetapi juga langkah iman untuk membangun kembali kebersamaan dalam kehidupan bergereja.
“Pelantikan panitia SSIB ini menjadi tanda harapan bagi seluruh warga jemaat. Ini adalah langkah penuh kasih untuk merajut kembali persatuan dalam GMIH,” ujar Jufri dalam keterangannya.
Sebagai bagian dari keluarga besar GMIH, GMKI Maluku Utara, kata dia, menyambut baik setiap upaya yang dilakukan untuk mewujudkan penyatuan gereja.
Ia menegaskan bahwa gereja merupakan rumah bersama bagi umat Tuhan untuk belajar tentang kasih, pengampunan, serta memperkuat persaudaraan.
Jufri juga menilai dinamika yang pernah terjadi di dalam tubuh gereja hendaknya menjadi pelajaran berharga, bukan menjadi penghalang untuk melangkah bersama ke depan.
Menurutnya, proses yang dilalui justru mengajarkan pentingnya persatuan, kerendahan hati, dan kasih dalam kehidupan bergereja.
Ia berharap proses Sidang Sinode Istimewa Bersama nantinya dapat berlangsung dengan penuh hikmat, ketulusan, serta berada dalam tuntunan Tuhan.
Dengan demikian, penyatuan GMIH diharapkan dapat membawa berkat, tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat luas di Maluku Utara.
Selain itu, Jufri juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Pemuda GMIH, baik di tingkat sinode, wilayah, maupun jemaat, untuk menyambut baik langkah para pemimpin gereja tersebut.
“Sebagai generasi penerus pelayanan gereja, sudah sepatutnya kita mendukung penuh semangat para orang tua gereja dalam mewujudkan persatuan ini,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga suasana yang damai, saling menghormati satu sama lain, serta terus mendoakan proses tersebut agar menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan gereja.
“Kiranya setiap langkah menuju persatuan ini diberkati Tuhan. Ut Omnes Unum Sint, supaya mereka semua menjadi satu,” tutupnya mengutip pesan dalam Injil Yohanes 17:21.(Redaksi)
