![]() |
| Foto: Elias Saroa, S. ip., M.Si |
Melalui sambungan telepon pada Kamis (12/3/2026), Elias menjelaskan bahwa kehadirannya di lokasi aksi bukan untuk memprovokasi, melainkan menjalankan tugas sebagai perwakilan CSR perusahaan sekaligus sebagai warga asli Desa Kawasi yang memiliki tanggung jawab moral menjaga keamanan dan keharmonisan di lingkungan tersebut.
Menurut Elias, aksi yang berlangsung saat itu terjadi pada jam sekolah.
Lokasi kantor CSR perusahaan berada berdekatan dengan sejumlah fasilitas pendidikan, yakni sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas di Desa Kawasi.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan bersama antara masyarakat lingkar tambang yang tergabung dalam Masyarakat Lingkar Tambang Kawasi (Malintang) dengan para pemuda setempat agar selama bulan Ramadhan tidak dilakukan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di desa tersebut.
“Karena itu kami berharap situasi tetap kondusif, apalagi kegiatan dilakukan saat jam belajar siswa,” kata Elias.
Elias juga menegaskan bahwa kelompok yang melakukan aksi tersebut merupakan bagian dari organisasi masyarakat Malintang Kawasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya hadir untuk mendengarkan tuntutan massa aksi.
Namun, situasi di lapangan sempat memanas hingga terjadi keributan. Elias menyebut dirinya bersama pihak lain kemudian turun tangan untuk melerai pertengkaran yang terjadi di antara massa.
“Sebagai bagian dari CSR, kami hadir untuk mendengarkan tuntutan aksi. Namun karena terjadi keributan, kami turun untuk melerai agar situasi tidak semakin memanas,” ujarnya.
Terkait isu yang beredar mengenai Arifin Saroa yang disebut menjual lahan Alimusu, Elias menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan milik Arifin Saroa. Ia mempersilakan pihak keluarga Alimusu untuk menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan.
“Jika keluarga Alimusu merasa dirugikan, silakan diproses melalui jalur hukum, bukan dengan keributan,” tegasnya.
Elias berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang berlaku agar situasi keamanan dan keharmonisan di Desa Kawasi tetap terjaga, khususnya selama bulan Ramadhan.(Redaksi)


