Dinkes Halsel Siapkan 30 Desa Jadi Percontohan Pembudayaan Hidup Sehat

A- A+
Share:

Dokumentasi Dinkes Dalam suasana sosialisasi 

CORONGTIMUR.COM, HAL-SEL — 
Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi program Pembudayaan Hidup Sehat di Desa Indari, Kecamatan Bacan Barat, pada Jumat kemarin (11/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Bupati Halmahera Selatan Nomor 4 tentang Penetapan Desa Pembudayaan Hidup Sehat. Desa Indari menjadi salah satu desa yang dipersiapkan untuk mengembangkan dan menerapkan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Aslima Kasuba, Camat Bacan Barat, Kepala Puskesmas Indari, Pemerintah Desa, serta unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Aslima Kasuba mengatakan, kolaborasi antara Dinas Kesehatan, DPMD, dan PKK Kabupaten Halmahera Selatan akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah desa yang telah ditetapkan sebagai sasaran program.

Menurutnya, hingga saat ini sudah 15 desa yang dikunjungi dalam rangka sosialisasi dan persiapan program, mulai dari wilayah gugus Gane hingga Kayoa.

“Kolaborasi ini masih terus berlanjut ke desa-desa lain di Kabupaten Halmahera Selatan. Sampai hari ini sudah 15 desa yang selesai dikunjungi, mulai dari gugus Gane sampai Kayoa. Pekan depan, insyaallah, kami akan melanjutkan kegiatan ke gugus Obi, kemudian dilanjutkan ke gugus Labuha,” ujar Aslima.

Ia menjelaskan, program Pembudayaan Hidup Sehat dipersiapkan untuk 30 desa yang masing-masing mewakili 30 kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan. Persiapan program tersebut ditargetkan rampung hingga akhir 2026.

“Sebanyak 30 desa ini akan dipersiapkan sebagai desa percontohan budaya sehat. Insyaallah, pada 2027 akan dilaksanakan lomba Desa Pembudayaan Hidup Sehat dengan perwakilan dari empat gugus setiap tahun,” jelasnya.

Aslima menambahkan, dalam tahapan perencanaan, ke-30 desa tersebut akan mendapatkan sosialisasi dan persiapan teknis sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Halmahera Selatan.

“Dari 30 desa ini nantinya akan menjadi pusat percontohan dan prioritas dalam penerapan perilaku hidup sehat atau yang disebut Desa Percontohan Budaya Sehat,” katanya.

Program tersebut, lanjut Aslima, juga diarahkan untuk mendukung percepatan pencegahan stunting serta menjadi bagian dari upaya memenuhi indikator penilaian Kabupaten/Kota Sehat.

Ia berharap para camat dan kepala desa, khususnya di wilayah gugus Obi yang menjadi sasaran kegiatan berikutnya, dapat memberikan dukungan dan merespons program tersebut secara aktif.

“Pekan depan kegiatan akan berlanjut ke gugus Obi. Untuk itu, para camat dan kepala desa di wilayah Obi diharapkan ikut merespons kegiatan ini demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Halmahera Selatan, khususnya desa-desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Pembudayaan Hidup Sehat,” pungkasnya.

AS.

Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.


Terkini