CORONGTIMUR.COM - Malut - Sebagai Koordinator Wilayah XV Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara, saya menyampaikan penghormatan dan doa kepada seluruh saudara-saudari ku umat Islam di Maluku Utara yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Bulan puasa adalah momentum spiritual yang agung. Ia bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pemurnian batin, penguatan pengendalian diri, dan pendalaman makna kemanusiaan. Puasa mengajarkan kesabaran dalam ujian, keikhlasan dalam pengorbanan, serta kepedulian kepada mereka yang lemah dan membutuhkan. Nilai-nilai ini sesungguhnya bersifat universal dan menjadi jembatan moral yang mempertemukan seluruh umat beriman, apa pun latar belakang agamanya.
Maluku Utara adalah rumah besar yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam. Keberagaman ini bukanlah ancaman, melainkan anugerah Tuhan yang harus dirawat dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Sejarah bangsa kita telah mengajarkan bahwa persatuan dalam perbedaan adalah fondasi kokoh yang menjaga Indonesia tetap berdiri. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai dalam Pancasila menjadi pedoman moral dan konstitusional untuk terus meneguhkan toleransi dan keadilan sosial.
Sebagai umat Kristen dan bagian dari generasi muda, kami percaya bahwa iman yang sejati tidak pernah melahirkan kebencian, melainkan menghadirkan kasih dan perdamaian. Dalam setiap ajaran agama, selalu ada pesan tentang cinta kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab untuk menjaga harmoni kehidupan bersama. Karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi kita semua, lintas iman, untuk memperluas empati, dan memperkuat solidaritas sosial.
Toleransi bukan sekadar sikap pasif membiarkan perbedaan, melainkan komitmen aktif untuk saling menghargai, melindungi, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Toleransi berarti menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, dan upaya memecah belah persaudaraan. Toleransi juga berarti berani berdiri bersama ketika ada kelompok yang hak-haknya terancam, tanpa melihat latar belakang agamanya.
Di tengah tantangan zaman arus informasi yang cepat, polarisasi sosial, serta dinamika politik. Kita membutuhkan kedewasaan bersama untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama anak Bangsa.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda lintas agama, untuk menjadikan bulan suci ini sebagai ruang memperkuat kolaborasi kemanusiaan, baik dalam aksi sosial, gerakan peduli sesama, maupun dialog yang membangun pemahaman. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa Maluku Utara tetap menjadi tanah yang inklusif, bermartabat dan menghargai antar sesama anak Bangsa.
Akhirnya, kepada seluruh saudara-saudariku umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, kami menyampaikan selamat menunaikan ibadah dengan penuh kekhusyukan. Semoga setiap langkah spiritual di bulan suci ini menghadirkan kedamaian batin, memperdalam kasih kepada sesama, dan semakin memperkokoh persaudaraan antar umat beragama.
Mari kita rawat keberagaman sebagai kekuatan, dan jadikan toleransi sebagai warisan yang kita tinggalkan bagi generasi mendatang. ( Red )
