CORONGTIMUR.COM, HALUT–Wayamato FC kembali membuktikan ketangguhannya di lapangan hijau. Menghadapi Ashanum 08 pada partai final Bukit Moria Cup 2026, Minggu (11/10/2026), Wayamato FC keluar sebagai juara setelah menang melalui drama adu penalti dengan skor 4-2.
Pertandingan final yang berlangsung sengit itu menyajikan duel terbuka dari kedua tim. Sepanjang waktu normal, Wayamato FC dan Ashanum 08 saling melancarkan serangan, tetapi tak satu pun mampu memecah kebuntuan. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam momen penentuan tersebut, Wayamato FC tampil lebih efektif dan memastikan kemenangan 4-2 sekaligus mengunci gelar juara pertama Bukit Moria Pitu Cup 2026.
Gelar ini menambah catatan prestasi Wayamato FC setelah sebelumnya menjuarai Banau Cup pada tahun 2025. Keberhasilan tersebut mempertegas konsistensi tim dalam bersaing di berbagai kompetisi sepak bola.
Lebih dari sekadar kemenangan di lapangan, perjalanan Wayamato FC juga merepresentasikan semangat kebersamaan masyarakat Desa Gura. Kekompakan pemain, semangat juang, serta dukungan penuh masyarakat menjadi bagian penting di balik keberhasilan tim.
Semangat itu seolah menghubungkan tradisi dan olahraga. Jika selama ini damunu, alat musik tradisional yang mengiringi tarian cakalele khas Halmahera Utara, menjadi simbol semangat dan kebanggaan masyarakat, kini semangat yang sama menggema di lapangan sepak bola melalui perjuangan Wayamato FC.
Keberhasilan menjadi kampiun Bukit Moria Cup 2026 bukan hanya tentang trofi, melainkan juga tentang solidaritas, identitas, dan kebanggaan masyarakat Desa Gura.
Dari cakalele ke sepak bola, Wayamato FC menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kekuatan yang mampu mengantarkan sebuah tim menuju juara.
(RG)
