Salah satu Scene / Adegan Film Data Penduduk
GALELA, MALUKU UTARA — Perjalanan panjang di dunia musik tidak membuat Amat Geras berhenti berkarya. Musisi yang akrab disapa Om Ama Geras itu kini mencoba menapaki dunia seni peran melalui film komedi Data Penduduk, produksi Tokuwella Creative dan Esensi Foto.
Nama Ama Geras telah dikenal di kalangan pencinta musik Galela dan Maluku Utara. Sepanjang perjalanan kariernya, ia melahirkan sejumlah karya yang menjadi bagian dari perkembangan musik daerah. Salah satu karya yang dikenal pada masanya adalah lagu Meme, yang dibawakan oleh mendiang Thae Umar. Selain itu, album Dokumaparamata dan sejumlah singel lainnya turut mewarnai perjalanan musik lokal.
Bagi Ama Geras, dunia seni tampaknya bukan sekadar ruang untuk menghasilkan karya, melainkan juga bagian dari perjalanan hidup yang terus berkembang. Di usia senja, semangat tersebut masih terlihat melalui kesediaannya menerima tantangan baru di luar dunia musik.
Kesempatan itu hadir ketika sutradara film Fahcry Dj Fabanyo, Data Penduduk mengajaknya terlibat dalam produksi film komedi tersebut. Keterlibatan Ama Geras menjadi pengalaman baru yang mempertemukan perjalanan musiknya dengan dunia perfilman.
Dalam film ini, penonton akan melihat sisi berbeda dari sosok yang selama ini dikenal melalui karya-karya musiknya. Ia kini berkesempatan menunjukkan kemampuan akting dalam sebuah cerita komedi yang digarap oleh Tokuwella Creative bersama Esensi Foto.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana seniman lokal dapat terus mengeksplorasi kemampuan dan memperluas ruang kreativitas. Pengalaman panjang di dunia musik menjadi bagian dari perjalanan Ama Geras, sementara dunia film membuka peluang baru untuk menjangkau penonton dengan cara yang berbeda.
Bagi sang sutradara (Ay), keterlibatan Ama Geras memiliki arti tersendiri. Ia tidak hanya melihat Om Amat sebagai seorang pemain dalam film, tetapi juga sebagai sosok seniman yang memiliki rekam jejak dalam perjalanan musik Galela.
Kehadiran figur seperti Ama Geras di dunia perfilman lokal juga menjadi pengingat pentingnya memberi ruang kepada para pelaku seni daerah untuk terus berkarya. Regenerasi seni tidak selalu berarti meninggalkan generasi sebelumnya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk tetap berkontribusi melalui medium yang berbeda Ungkapnya".
Kini, melalui Data Penduduk, Ama Geras bersiap memperkenalkan sisi lain dirinya kepada publik. Dari panggung musik ke layar film, perjalanannya menjadi cerita tentang keberlanjutan kreativitas dan kecintaan terhadap dunia seni.
Bagi generasi muda Galela, perjalanan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan potensi, menjaga warisan budaya, dan berani mencoba hal-hal baru.
Ama Geras mungkin telah lama dikenal melalui musik, tetapi kiprahnya belum berhenti di sana. Lewat dunia film, ia kembali mengambil bagian dalam ruang kreatif yang terus tumbuh di Maluku Utara.
Sebab, bagi seorang seniman, usia bukanlah penanda berakhirnya kreativitas. Selama semangat berkarya tetap menyala, selalu ada ruang untuk melahirkan pengalaman dan karya baru. (Red)
.png)