Kondisi Memprihatinkan, 10 Tahun Sekolah Tanpa Toilet, Paksa Guru dan Siswa Menumpang ke Rumah Warga.

A- A+
Share:


CORONGTIMUR.COM -
 HAL-SEL ~ Ketiadaan fasilitas toilet (WC) di SMP Islam Samargalila 2 Babang kembali menuai sorotan setelah seorang guru menyampaikan curhatannya terkait kondisi tersebut. 

Guru dengan inisial MHA tersebut mengaku prihatin karena hingga saat ini sekolah tempatnya mengajar belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai bagi guru maupun siswa.

Dalam keterangannya kepada media, MHA mengatakan bahwa ia masuk ke sekolah ini, sudah 8 tahun lebih, dan sebelum dia di skolah ini toiletnya suda rusak dan tidak bisa di gunakan.

"Padahal kami suda usulkan ke kepala sekolah agar bisa merehap toilet tersebut, namun sudah 10 tahun lebih kepsek tak indahkan usulan kami, padahal ketiadaan toilet sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar kami disekolah," katanya

Menurut MHA, baik siswa maupun para guru sering mengalami kesulitan ketika membutuhkan fasilitas dasar tersebut selama berada di lingkungan sekolah.

"Ini sangat memprihatinkan. Terkadang kami guru dan siswa kebingungan saat membutuhkan toilet. Jika sempat, kami pulang ke ruma. Kalau tidak sempat, dengan terpaksa kami harus mencari toilet di ruma warga sekitar lingkungan sekolah," Ungkap MHA

Ia menilai kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pihak sekolah, khususnya kepala sekolah sebagai penanggung jawab pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan.

Sementara itu, upaya media untuk meminta klarifikasi dari kepala sekolah Ruslan Gani Arif terkait keluhan tersebut belum membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, nomor wartawan justru diduga telah diblokir oleh yang bersangkutan.

Selain itu, beberapa upaya konfirmasi lain juga tidak mendapatkan tanggapan dari pihak kepala sekolah.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terutama orang tua murid yang berharap adanya keterbukaan informasi terkait kondisi fasilitas di sekolah.

Para guru dan orang tua murid berharap pihak terkait, termasuk dinas pendidikan setempat, dan pihak Yayasan Pendidikan Islam Misbahul Aulad Indonesi Bacan, dapat turun tangan untuk mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana di sekolah tersebut.

Mereka menilai penyediaan fasilitas sanitasi merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi demi menjaga kesehatan, kebersihan, serta kenyamanan seluruh aktifitas di sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Sementara pihak yayasan ada dalam upaya komfirmasi media. (Red, AS)

Share:
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Terkini