Selidiki Kasus Pungli CPNS UNM, Polda Sulsel Kantongi Nama Calon Tersangka?

CORONGTIMUR, Makassar – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) kini telah menunjukkan titik terang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa puluhan dosen termasuk Dekan FIKK, Prof Dr Hj Hasmyati MKes, serta beberapa staf dosennya.

“Subdit Tipikor Krimsus sedang mengumpulkan alat bukti terkait laporan tersebut,” ungkap Kombes Helmi pada Minggu siang, 7 April 2024.

Informasi terbaru mengindikasikan bahwa penyidik mungkin telah mengidentifikasi calon tersangka terkait dugaan pungli di UNM.

Klarifikasi Rektor dan Dekan FIKK UNM

Baca juga:  Hadapi Pileg 2024, DPD PKS Halsel Optimis Jadi Pemenang

Sementara itu, Rektor UNM Prof Husain Syam (PHS) mengaku tidak mengetahui adanya praktik pungli CPNS di FIKK UNM.

PHS bahkan menyatakan kegembiraannya karena kasus ini dibongkar untuk menghindari fitnah.

Jamaluddin dari Satuan Pengawas Internal (SPI) UNM mendukung langkah Polda Sulsel dalam mengusut kasus ini, sementara Dekan FIKK, Prof Dr Hasmyati, menyerukan pendekatan yang lebih dewasa dalam menangani masalah ini.

Namun, di media sosial, terdapat beragam tanggapan dari alumni dan mahasiswa UNM, yang mengonfirmasi adanya pungli di lingkungan kampus, meskipun tidak terkait dengan rekrutmen CPNS.

Beberapa di antaranya menyebutkan biaya seminar yang tinggi dan kekecewaan terhadap fasilitas dan biaya kuliah yang mahal.

Baca juga:  Masyarakat Inojaya Ajukan Keberatan ke Bupati Haltim, Ini Poin Tuntutan

Sebuah harapan juga disampaikan agar tidak hanya pungli terkait dengan dosen yang diselidiki, tetapi juga pungli terhadap makhasiswa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *