Laksanakan PKM di Halbar, Fakultas Teologi UNIERA Gelar Seminar Partisipasi Politik Gereja

Foto : Istimewah

CORONGTIMUR.COM, HALBAR – Fakultas Teologi Universitas Halmahera (UNIERA) melaksanakan kegiatan Seminar bertajuk “Partisipasi Politik Gereja Dalam Membangun Daerah”, yang bertempat di gedung Gereja GMIH “Lembah Kemuliaan” Awer, Halmahera Barat (Halbar), Rabu (27/03/2024).

Seminar tersebut digelar dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Perayaan Paskah Yesus Kristus Fakultas Teologi UNIERA Tahun 2024, dengan materi yang dibawakan oleh Bupati Halbar James Uang, S.Pd.,M.M, dan Wakil Rektor I UNIERA Pdt. Dr. Sirayandris J. Botara, M.Si.

Dalam sesi penyampaian materi pada Seminar tersebut, Bupati Halbar menyampaikan bahwa dalam menghadapi dinamika demokrasi hari ini, Gereja seharusnya tidak lagi terjebak pada perdebatan soal apakah Gereja harus berpolitik?

Baca juga:  Viral Video Pernyataan Ketua Sinode GMIH, Begini Tanggapan Ketua Bidang Kelengkapan Organisasi GMIH.

“Sebagai warga Gereja, kita semua seharusnya sudah tidak lagi memperdebatkan soal apakah Gereja harus berpolitik atau tidak? Tetapi yang harus kita cegah dan antisipasi adalah berkembangnya praktik money politic disekitar kita,” ujar Bupati Halbar.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNIERA juga menjelaskan bahwa politik merupakan proses “Men-Diai” atau memperbaiki, oleh karena itu harus didorong dan diupayakan menjadi program kesejahteraan bagi masyarakat Halbar.

“Gereja seharusnya tidak lagi bicara soal ya atau tidak pada ranah politik, karena ya atau tidak perihal politik Gereja adalah perdebatan pada Abad ke-14 sebagai peninggalan Teologi Pietis yang menganggap politik tidak bisa diurus oleh Gereja yang dianggap suci, dan politik itu dianggap kotor,” tutur Wakil Rektor I UNIERA tersebut.

Baca juga:  Polemik Putusan Terkait Sengketa Pilkades Gamsungi, Kuasa Hukum Bupati Halbar : Harus Pahami Amar Putusannya

Lanjut dia, “Panggilan politik bagi Gereja harus dimaknai ibarat fungsi Garam bagi Ikan, yakni mencegah kebusukan termasuk politik yang dianggap kotor itu. Karena itu tanggungjawab menggarami bukan saja Gereja, tetapi juga warga jemaat,” ucapnya. (Mel/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *