Kasus Gagal Bayar AJB Bumiputera 1912, Sardis Pata’dungan : Semoga Putusan Nantinya Memberi Kepastian Pembayaran Klaim Bagi 274 Penggugat

CORONGTIMUR.COM, JAKARTA – Kasus korban gagal bayar Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, kini tengah menunggu Putusan yang berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht) oleh Mejelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sardis Pata’dungan, S.H, selaku Tim Kuasa Hukum dari 274 Penggugat dalam Perkara 778/Pdt.G/2023/PN.JKT.SEL kepada beberapa awak media seusai Sidang pada Senin (04/03/2024), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam keterangan tersebut, Sardis Pata’dungan menjelaskan bahwa setelah memakan waktu kurang lebih 8 bulan, saat ini Perkara tersebut sudah dalam tahap Pengajuan Kesimpulan, baik dari pihak Penggugat maupun dari pihak Tergugat.

Oleh sebab itu, “Setelah ini kita akan menunggu Putusan dari Majelis Hakim terkait Perkara ini. Kami selaku Tim Kuasa Hukum atas 274 Penggugat, senantiasa berharap agar Majelis Hakim dapat memberikan rasa keadilan kepada para Penggugat ini dikarenakan memang betul faktanya adalah Polis mereka telah jatuh tempo dan habis kontrak, jadi sudah seharusnya Hak mereka dibayarkan 100% oleh Tergugat,” ujar Sardis.

Baca juga:  JPIC Menyayangkan Sikap Refresif Yang Ditunjukan Oleh Aparat Saat Mengawal Aksi Masyarakat Dalam Menuntut Haknya.

Selain 274 orang Penggugat ini, masih banyak para korban gagal bayar AJB Bumiputera 1912 lainnya yang belum menerima kejelasan pembayaran yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia, sehingga melalui Perkara ini Sardis Pata’dungan dan Tim Kuasa Hukum berharap Majelis Hakim tidak ragu untuk memberikan Putusan terkait kejelasan Pembayaran Klaim.

Hal ini seturut dengan Permohonan yang telah diajukan oleh 274 Penggugat, bahwa jika Putusan nantinya Inkracht, Tergugat harus menyelesaikan seluruh Pembayaran Klaim Polis kepada para Penggugat secara langsung.

“Karena dari segi Permodalan, Perusahaan Asuransi ini mencatat total Aset sebesar Rp. 10,41 Triliun per akhir Desember 2023. Sehingga langkah para Penggugat ini diharapkan nantinya dapat diikuti oleh ribuan Pemegang Polis lainnya yang gagal mendapatkan Pembayaran Klaim dari Tergugat agar mereka mendapatkan Hak-haknya kembali,” tuturnya.

Baca juga:  Rakerta Pemuda GMIH ke-I Tahun 2023 Resmi Dibuka

Disamping itu, Sardis Pata’dungan juga menyampaikan rasa belas kasihnya terhadap para korban, sebab sudah bertahun-tahun sejak Polis mereka berakhir dan tidak dibayarkan oleh AJB Bumiputera 1912.

“Para Penggugat ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dan selama bertahun-tahun mereka rutin ke Jakarta meminta Haknya dan melakukan demonstrasi dimana-mana. Mulai dari Kantor Pusat AJB Bumiputera 1912, sampai ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahkan mereka sempat Audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), dan ke Kantor Staf Presiden (KSP) dan semuanya dilakukan dengan modal pribadi,” ucapnya

Jadi, “Bayangkan jika semua modal pribadi yang dikeluarkan para Penggugat ini dijumlahkan selama menuntut Hak-haknya selama bertahun-tahun itu tentu saja sangat fantastis jumlahnya. Bahkan beberapa dari 274 Penggugat ini berharap jika melalui jalur Pengadilan nantinya ada Putusan Inkracht dan dibayarkan, uangnya akan dipakai untuk Kemoterapi, karena ada yang sementara sakit parah dan berharap hanya dari uang Klaim Asuransi tersebut,” tutur Sardis Pata’dungan. (Wil/Red).

Baca juga:  Persoalkan Hal Tak Subtansi Soal Pulau Widi, Pemuda Asal Gane Angkat Bicara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *