Dugaan Money Politic di Desa Ngidiho, APD-HU Angkat Bicara

Foto : Ilustrasi Politik Uang (Google)

CORONGTIMUR.COM, HALUT – Salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Dapil 4 nomor urut 1 dari Partai NasDem, Abdillah Baylussi, diduga terlibat melakukan politik uang (money politic) yang diberikan kepada salah satu oknum Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS-05 Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat.

Menanggapi hal tersebut, Andre Djojo selaku Ketua Aliansi Peduli Demokrasi Kabupaten Halmahera Utara (APD-HU) Periode 2023-2025, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut, dan meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara segera menelusuri dugaan kasus tersebut.

“Kami sangat menyayangkan proses demokrasi semacam ini. Oleh karena itu, kami meminta agar Bawaslu Halut segera melakukan penelusuran lebih dalam terkait kasus ini,” ucap Andre.

Baca juga:  Ikut Nyaleg DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Pdt. Venny Tongo Tongo : Politik Itu Panggilan Melayani Secara Universal

Lanjut Andre, “Kami juga berharap, apabila kedapatan Calon Legislatif (Caleg) tersebut terbukti melanggar ketentuan Pasal 286 Ayat (1) UU No. 7 Tahun 2017, maka Caleg tersebut harus segera diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, Andre juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan demonstrasi pada besok hari di Bawaslu Halut, KPU Halut, dan Polres Halut, sebagai tindakan upaya mengawal dugaan kasus tersebut.

Diketahui, berdasarkan informasi yang diterima awak media Corongtimur.com (17/02/2024), pada saat proses perhitungan suara di TPS-05 Desa Ngidiho, Abdillah Baylussi dengan perolehan 12 suara, kemudian dimanipulasi oleh oknum KPPS yang telah diberi uang tersebut, sehingga hasilnya menjadi 96 suara. (Wil/Red).

Baca juga:  Meresahkan Masyarakat, GMKI Tobelo Desak Pemda Halut Hentikan Aktivitas PT. KIM dan Koperasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *