Dimana Posisi Kepala Negara? PP GMKI Bersuara

CORONGTIMUR.COM, Jakarta – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait keberpihakan dalam Pilpres 2024.

Pengurus Pusat GMKI, mengatakan seharusnya presiden sebagai pemimpin tertinggi dalam pemerintahan tetap menjunjung tinggi etika, moral dan netralitas.

“Ini merupakan praktik kenegaraan yang buruk di dalam sejarah demokrasi bangsa Indonesia,” ungkap Sekum GMKI dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 24 Januari 2024.

Hulu sapaan akrabnya juga mempertanyakan konsistensi Presiden Jokowi.

“Padahal beberapa bulan yang lalu Pak Jokowi memberikan pernyataan atas netralitas pemerintah dalam Pemilu”.

Diketahui, Jokowi dalam konferensi pers pada Rabu, 1 November 2023, memberikan pernyataan “bahwa pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, pemerintah pusat semua harus netral”.

“Ini kan bisa kita lihat juga Presiden Jokowi orang yang tidak konsisten dan plin-plan dalam bersikap”.

PP GMKI menilai Jokowi seharusnya menjunjung tinggi etika dalam kepemimpinan negara.

“Presiden Jokowi jangan sampai bertindak demi kepentingan- kepentingan sepihak, segolongan, apalagi untuk keluarganya semata”.

Sekum GMKI menekankan pentingnya keteladanan seorang pemimpin.

“Pemimpin terlebih-lebih kepala negara itu harus menjadi teladan, role model, dan turut serta menjaga stabilitas pemilu, sehingga tidak membenturkan para anak-anak bangsa,” tegas Mahasiswa Pascasarjana tersebut.

PP GMKI juga menekankan pentingnya setiap pihak yang terlibat dalam pesta lima tahunan ini taat pada aturan yang berlaku.

“Rule of the game-nya sudah diatur. Mau sampai berapa kali etika dilanggar, baru kita sadar?”.

Taat Konstitusi

Sebelumnya, PP GMKI juga bersuara atas penyelundupan hukum yang dilakukan untuk mengabulkan salah satu gugatan tentang syarat batas usia minimal capres-cawapres.

“Kemarin kita sudah lihat bagaimana hukum dipermainkan lembaga tinggi negara. Hari ini kita kembali dipertontonkan sikap-sikap nir etika. Saya pikir, ini bukan sikap yang pantas dilakukan seorang pemimpin Negara”.

GMKI menyayangkan sikap politisi dan akademisi yang memilih diam atas pernyataan Presiden Jokowi.

“Kami juga melihat ada ketumpulan nalar politisi yang memilih diam. Jangan sampai hasrat kekuasaan, kepentingan golongan, menurunkan kadar rasionalitas kita sebagai anak bangsa”.

Presiden harus diperingatkan.

“Kami berharap Pak Jokowi mengingat ini. Aturan mainnya sudah ada, kalau mau kampanye ya silahkan ajukan cuti terlebih dahulu agar terang-terangan bisa mendukung salah satu paslon”.

Hal ini sebagai antisipasi digunakannya fasilitas Negara untuk kepentingan kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *