AGK Telah Menabur Kebaikan, Dia Akan Menuainya

Oleh : Sefnat Tagaku 

 

AGK, begitu sapaan akrab masyarakat Maluku Utara (Malut) kepada KH. Abdul Ghani Kasuba. Dia adalah Gubernur Malut dua periode, sang pemimpin yang ramah dan rendah hati.

Pribadi yang agamais namun berjiwa nasionalis. Dilahirkan disebuah desa yang terbentang di Selatan Halmahera. Bibinoi nama desa itu. Tumbuh dan besar dari kehidupan yang sederhana.

Diayun bersama budaya yang kuat tata krama, bersuku Tobelo-Galela. Ajaran agama mengiringi perjalanan hidupnya, sehingga AGK benar-benar tumbuh dengan kepribadian yang baik.

Semua yang dimiliki itu, membuat dirinya dicintai rakyat. Tak heran, jika AGK tidak pernah mengalami kekalahan dalam setiap kontestasi politik, mulai dari DPR RI, Wakil Gubernur hingga menjadi gubernur dua periode.

Sepanjang menjadi seorang pejabat, kerendahan hati dan kesederhanaannya tak pernah memudar pada dirinya. Dia jauh dari kemewahan, seperti yang ditampilkan oleh petinggi-petinggi negara ini.

Dalam beberapa cerita, dia pernah mengalami kesulitan pulang karena kendala tiket saat di Jakarta untuk berurusan kepentingan masyarakat. Ini, karena kesediaannya dibagi-bagi kepada generasi Maluku Utara yang mengenyam pendidikan di mama kota. Sungguh, AGK telah menabur kebaikan.

Meski demikian, dia tetap tampil bersahaja, memancarkan senyuman, bahkan dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun. Sungguh, AGK merupakan sosok yang patut diteladani. Dia sang Kiyai, guru yang hebat.

Beberapa hari kemarin, namanya menjadi tranding topik di media sosial. Dia terjerat dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK yang dinilai tak profesional. Peristiwa pilu itu sebelum sehari usianya genap ke-72 tahun.

Meski beberapa sikap KPK dianggap janggal, namun tak ada perlawanan yang ditunjukkan. Justru ia memanfaatkan waktu setelah ditetapkan sebagai tersangka, melalui para jurnalis, ia memohon maaf kepada masyarakat Maluku Utara atas masalah yang dihadapinya.

Dia menilai bahwa masalah yang menimpanya adalah sebuah resiko sebagai seorang pejabat. Dari wajahnya tersirat, ada kebenaran yang disembunyikan. Seolah dia berada dalam tekanan. Namun AGK tetaplah AGK, sosok yang bijak, ramah dan rendah hati.

Kini, proses itu telah berlangsung. Hukum akan menjadi hakim. Namun otoritas Tuhan akan mampu mengubah keadaan. Mungkin ada maksud Pencipta dari persoalan ini. Hanya dengan iman, kebenaran akan menemukan jalannya.

Sehat dan sentosa aba Gubernur Maluku Utara, sang pemimpin. Darimu, ada pengajaran berharga yang kami dapat. Ketahuilah, banyak yang mendukung dan Mendoakanmu, semoga badai ini cepat berlalu!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *