AGK, Sosok Pemimpin yang Hebat

Oleh : Sefnat Tagaku

 

Dalam perjumpaan bersama orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara, KH. Abdul Ghani Kasuba (AGK : sapaan akrabnya) dikediamannya di Sofifi, yang juga bagi saya adalah sebuah pertemuan paling berkesan dari sebelumnya, saat beliau mengatakan; “Kekuasaan itu bersifat sementara, tapi keluarga tetaplah keluarga sampai kapanpun”.

Ucapan AGK itu sangat terdengar sederhana, namun jika dimaknai dengan baik, ada makna besar yang tersirat dari katanya. Melalui ungkapan itu pula, saya lalu menerjemahkannya, bahwa ‘keluarga’ adalah tempat pulang, bahkan sejauh dimanapun kita berjalan. Ini yang bisa saya tangkap dari perkataan orang nomor satu di Maluku Utara itu.

Kurang lebih lima belas tahun, Abdul Ghani Kasuba memimpin Maluku Utara, beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati, rama dan merakyat. Sepanjang memimpin, tak ada kebencian yang ditaburnya. Mungkin karena beliau terlahir di lingkungan yang begitu tekun dan taat pada ajaran agama. Namun itulah yang terlihat dari dalam diri AGK.

Hal itu bisa disaksikan melalui penampilan beliau dalam menghadapi banyak tantangan pada pengalaman kepemimpinannya. Apapun masalah yang dihadapinya, dia tetap tenang dan bijak menghadapinya. Tak banyak kemarahan yang terlihat pada wajahnya, apapun situasi dan kondisi yang dihadapinya. Sekali lagi, tidak ada kebencian yang ditaburinya.

Sosok AGK seperti itulah yang membuat rakyat terus dan selalu mencintainya. Lihat saja, setiap beliau berada pada ruang kontestasi politik, mulai menjadi wakil rakyat, wakil Gubernur hingga menjabat gubernur Maluku Utara dua periode, AGK tidak pernah kalah, yang ada adalah kemenangan. Itu semua didapatkan melalui kedaulatan rakyat.

Kini di sisa hitungan hari, AGK akan menghabiskan masa periodenya sebagai Gubernur Maluku Utara yang dikabarkan jatuh tempo pada; 31 Desember 2023. Namun sambil menunggu waktu itu, berita pilu menghampirinya. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebelum sehari genap usianya yang ke-72 Tahun.

Meski ada yang berspekulasi bahwa sikap KPK tidak profesional, namun tak ada perlawanan sedikitpun yang ditunjukkan kepada publik. Justru, sambil meminta maaf kepada masyarakat Maluku Utara, dia berkata; “Ini konsekuensi menjadi seorang pejabat”. Terlihat sikap kerendahan hati yang ditunjukan.

Karena itu, meski masalah yang menimpanya sedemikian rupa, namun kecintaan rakyatnya tak pernah meredup. Terbukti, ada banyak Doa yang terpanjat kepada sang pencipta, bermohon beliau tetap sehat dan tegar dalam menghadapi semua ini. Tetap menjadi pemimpin yang terbaik aba gub meski balasan tak begitu baik, yakinlah; Tuhan bersamamu!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *