Pimpin GMKI Dua Tahun di Malut, Kristo Berkomitmen Menyentuh Medan Gumul

Foto : Reinnel Kristo Hontong (kemeja putih), saat menjadi Nara sumber pada acara podcast ‘Corong Timur Basuara’.

 

CORONGTIMUR.COM, HALUT – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah XV, Maluku Utara (Malut), akan terus membangun jejaring dengan lembaga-lembaga penting di Malut untuk mewujudkan visi dan misi GMKI secara nasional.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kordinator Wilayah GMKI Malut, Reinnel Kristo Hontong saat menjadi pembicara pada acara Podcast ‘Corong Timur Basuara’, Senin (27/2/2023).

Menurut Kristo sapaan Korwil GMKI Malut itu, untuk di awal periode ini pihaknya akan memfokuskan diri dalam membangun berbagai jejaring dengan lembaga-lembaga di Maluku Utara.

“Karena baru sebulan saya dilantik sebagai Korwil GMKI Maluku Utara, maka saya masih fokus dengan membangun jejaring dulu. Sejauh ini saya sudah berjumpa dengan Bawaslu Provinsi, PGIW Malut dan pimpinan kampus Universitas Halmahera”, ucap Kristo.

Baca juga:  Gelar Tes CAT, Begini Penjelasan Ketua Bawaslu Halut

Selanjutnya, kata Kristo, “kita akan membangun berbagai gerakan-gerakan kemanusiaan di Maluku Utara, yang itu benar-benar menyentuh kepada masyarakat kecil. Karena dari situ GMKI dilahirkan”, jelasnya.

Terkait dengan menghadapi momentum Pemilihan Umum Tahun 2024 nanti, Kristo akan melibatkan GMKI secara penuh untuk kader-kadernya dapat berpartisipasi dalam mengawal momentum politik.

“GMKI akan terlibat aktif untuk mengawal proses Pemilu Tahun 2024 mendatang, karena itu saya akan bertemu lagi dengan pihak penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu untuk bicarakan ini”, jelas Kristo.

Terakhir Korwil GMKI Maluku Utara itu menyampaikan closing statmennya, bahwa pihaknya berkomitmen akan membentuk Desa Sadar Tambang. Hal itu dilakukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat lingkar tambang yang ada di Maluku Utara.

Baca juga:  Ibadah Peringatan Hari Anak Nasional dan Penthabisan "Rumah Baca" Jemaat GMIH "Eklesia" Tewil

“Sumber daya alam kita di Maluku Utara ini sangat banyak dan melimpah. Jangan-jangan hasil SDA kita akan berbanding terbalik dengan keberadaan masyarakat di lingkar tambang. Karena itu, membentuk Desa Sadar Tambang adalah solusi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat”, pungkas Kristo. (Red/Sef).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *