Ini Dua Kasus Korupsi di Halut yang Sementara Ditangani Kejari

Foto : Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara (Kejari Halut), Agus Wirawan Eko Saputro, SH.,MH.

 

CORONGTIMUR.COM, HALUT – Kejaksaan Negeri Halmahera Utara (Kejari Halut) Provinsi Maluku Utara (Malut), rupa-rupanya tidak main-main dalam menuntaskan kasus korupsi di bumi Hibualamo. Bagaimana tidak, Kejaksaan Negeri Halut itu sementara bergriliya menuntaskan dua kasus korupsi yang ditanganinya.

Dua kasus tersebut adalah kasus korupsi pembangunan Tambatan Perahu di Desa Dagasuli, kecamatan Loloda Kepulauan dan dugaan kasus korupsi Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD), Desa Wateto, kecamatan Kao Utara. Hal tersebut disampaikan lansung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Halut, Agus Wirawan Eko Saputro, kepada media corongtimur.com, (01/11/2022).

“Sementara ini kami lagi menangani dua kasus korupsi yang ada di kabupaten Halmahera Utara. Dua kasus tersebut adalah Pembangunan Tambatan Perahu di desa Dagasuli, Loloda Kepulauan, oleh Dinas Perhubungan Halut dan dugaan kasus korupsi DD serta ADD tahun anggaran 20017, 2018 dan 2019 desa Wateto, Kao Utara”, Ucap Agus kepada Corongtimur.com.

Lanjut Agus, “Untuk kasus korupsi pembangunan Tambatan Perahu, pada (31/10/2022) kemarin telah dibacakan Tanggapan/Replik atas Pledeooi (nota pembelaan) dari Terdakwa dan Penasihat Hukum. Agenda selanjutnya akan dibacakan Duplik oleh Terdakwa dan Penasihat Hukum, yang akan digelar pada, Kamis (03/11/2022), kata Agus menjelaskan.

Sementara itu kata Agus, “Untuk dugaan kasus korupsi DD dan ADD desa Wateto, Kecamatan Kao Utara, Tahun Anggaran 2017, 2018 dan 2019, masih dalam penyidikan Kejaksaan Halut. Pihak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Halut akan berkordinasi dengan Inspektorat Provinsi Maluku Utara untuk perhitungan kerugian negara (PKN)”, pungkas Agus. (Red/Sef).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *